Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Usung Family DEI, Pdt Rehpelita Ginting Siap Jadi Ketua Moderamen GBKP

Pdt Rehpelita Ginting. foto: ist

SuaraTani.com - Medan| Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) akan menggelar Sidang Majelis Sinode ke-37 untuk memutuskan perjalanan gereja lima tahun kedepan dan menetapkan siapa yang akan duduk di Moderamen.

Sejumlah nama muncul yang menyatakan siap menjadi Moderamen. Khusus untuk menjadi ketua umum, Pdt Rehpelita Ginting salah satu yang menyatakan siap.

Dengan mengusung gagasan "Perubahan, Pembaharuan dan Transparansi Manifestasi Spiritualitas Keluarga Allah (Family DEI) Pdt Rehpelita siap menjadi ketua umun Moderamen GBKP.  

Lingkup tugas di Moderamen bukan hal asing baginya karena dia sudah pernah menjabat sebagai sekretaris umum periode 2015-2020.

Sesuai dengan perkembangan zaman, Pdt Rehpelita ingin fokus pelayanan melibatkan orang muda. Mereka prioritas dan menjadi subjek. 

Gereja harus lebih banyak memberi ruang kepada orang muda dan membekali mereka secara spiritual. Masalah spiritualitas menjadi bagian yang penting untuk perubahan dan pembaharuaan. 

"Spiritualitas yang dinampakan dalam keteladan. Spiritualitas umat dibangun dengan pemuridan. Spiritualitas dimulai dari pembinaan secara personal, keluarga dan komunitas," jelas Pdt Rehpelita dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (24/3/2025) di Medan.

Dengan memanfaatkan informasi teknologi, pria kelahiran, Lubukpakam, 14 Agustus 1968 ini mengatakan, akan diketahui peta jemaat secara geografis, potensinya, kebutuhan lapangan dan tantangan yang dihadapi.

Dengan demikian dapat diprediksi perkembangan jemaat dan pertumbuhan sumber daya manusia  sehingga perencanaan dapat dilakukan dengan sebaik mungkin.  

"Mempercepat pelayanan dan informasi melalui media teknologi sehingga lebih mudah, efektif dan efisien. Digital ministry juga menjadi hal yang penting untuk membangun persekutuan, kesaksian dan diakonia," jelasnya.

Belajar dari kondisi dan situasi gereja saat ini, Ketua Klasis Jakarta Banten periode 2010-2015  ini menyadari yang dibutuhkan GBKP adalah  pemimpin yang melayani, memberi diri serta menerima dan memberlakukan orang dengan sama. 

Sebagai gereja yang menganut sistem kolektif kolegial, alumni UKDW Yogyakarta ini siap bersinergi  dan berkolaborasi dengan semua Moderamen, saling  mendukung dan dengar-dengaran untuk perubahan GBKP lebih baik. 

"Mendengar suara jemaat dan siap memberi diri guna solusi. Permasalahan yang ada segera ditangani, agar tidak membesar. Jemaat menjadi fokus pelayanan," jelasnya. 

Perhatian kepada SDM GBKP khususnya personalia baginya juga sangat penting mulai dari perencanaan kebutuhan SDM, penempatan yang tepat, peningkatan kualitas sampai kepada kesejahteraan SDM harus dilakukan dengan tepat dan di dasarkan pada meritokrasi.

Satu lagi yang cukup penting menurut pendeta yang pernah melayani di GBKP Runggun Tigapanah dan Yogyakarta ini, belajar dari pengalaman yang ada, menjadi pemimpin harus terus berlatih, tekun dan disiplin dan siap dibentuk Tuhan. Menciptakan lingkungan yang menunjang untuk pelayanan.

"GBKP perlu membangun jejaring dengan semua pihak untuk mengoptimalkan peran dan kontribusinya  baik secara lokal, regional, nasional dan internasional," kata Pdt Rehpelita.

Membangun jejaring dengan pemerintah, gereja dan non gereja, LSM karena gereja hendak memberikan kontribusi yang lebih berdampak, lebih luas dan lebih beragam (Dei: diversity, equaty, inklusion).

Demikian juga untuk peningkatan keuangan gereja perlu dilakukan pemetaaan potensi jemaat yang ada serta optimalisasi aset-aset GBKP agar lebih memberikan hasil yang optimal.

Pdt Rehpelita meyakini dan bersandar pada firman Tuhan 1 Petrus 4:10 'Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah'. * (junita sianturi)