Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Harga Beras Naik di Kota Medan Dipicu Kenaikan Harga Gabah di Deliserdang

Seorang petani memasukkan gabah yang baru dijemur. Kenaikan harga beras di Kota Medan dalam kurun beberapa hari terakhir ternyata dipicu kenaikan harga gabah di wilayah Deliserdang.suaratani.com-ika

SuaraTani.com – Medan| Kenaikan harga  beras di beberapa pedagang sebesar Rp500 rupiah per Kg di wilayah Kota Medan baik untuk kualitas medium dan super, ternyata dipicu oleh kenaikan harga gabah di tingkat petani. 

Dari hasil observasi di lapangan, harga gabah petani di Deliserdang mencapai Rp7.200 per Kg untuk gabah kering giling (GKG).

Jika gabah tersebut diangkut dan dikemas, maka harga GKG di tingat penggilingan bisa mencapai Rp7.500 per Kg. 

Dan bila dikonversi menjadi beras, maka dengan asumsi rasio gabah ke beras berada dalam rentang 50% hingga 60%, didapat harga beras akan berada dalam rentang Rp13.750 hingga Rp15 ribu per Kg nya. 

“Itulah harga beras di level produsen di wilayah Sumut,” ujar Ketua Tim Pemantau Harga Bahan Pokok Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin di Medan, Kamis (25/1/2024).

Gunawan menilai belum ada rantai pasok yang tidak efisien atau ada dugaan permainan spekulan seiring dengan kenaikan harga beras baru-baru ini. 

Dan di bulan Februari nanti, panen serentak juga akan terjadi di wilayah Deliserdang atau Sumut pada umumnya. 

Meskipun belum bisa memperkirakan bagaimana harga gabah nantinya, mengingat pembentukan harga gabah di Sumut juga tidak terlepas dari dinamika harga gabah di wilayah lainnya.

Karena panen serentak juga belum menjamin bahwa harga gabah akan turun, nantinya hasil panen padi akan diuji lagi dengan penyerapan penggilingan yang memiliki kapasitas produksi terpasang.

Jika kapasitas produksi terpasang mampu dipenuhi dengan bahan baku yang mumpuni, maka ada peluang harga gabah tidak akan mengalami kenaikan.

“Kita berharap wilayah di luar Sumut seperti di pulau jawa juga memberikan sumbangan panen padi yang mumpuni. Agar tercipta keseimbangan harga beras. Dan tentunya kita berharap bahwa harga beras nantinya bisa stabil dan mampu menjaga daya beli petani yang tercermin dari indeks NTP (nilai tukar petani) tetap mampu bertahan di atas 100,” pungkasnya. *(ika)